Mengapa harus percaya diri?
http://milis-bicara.blogspot.com/2006/08/tips-104-mengapa-harus-percaya-diri.htmlDengan lebih percaya diri berbicara, Anda akan lebih percaya diri
dalam segala aspek kehidupan Anda. Anda akan lebih percaya diri dalam
bekerja, dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam memimpin,
menjual dan berpresentasi, dalam mengambil keputusan, dalam
menentukan pilihan, dalam mengeksplorasi peluang, dalam
memanfaatkan kesempatan, dalam mengatasi masalah dan hambatan.
Apa artinya semua itu? Artinya, Anda akan lebih percaya diri dalam
menggapai cita-cita, dalam meraih impian, dalam memenuhi target dan
mencapai sasaran, dalam apapun yang Anda inginkan, dalam apapun yang
Anda kerjakan.
Fakta-fakta:
1. Dengan lebih percaya diri dalam berbicara, Anda akan lebih percaya
diri lagi dalam mencapai kesuksesan.
2. Dengan anggota tim yang lebih percaya diri dalam berbicara, tim
Anda akan lebih percaya diri dalam mencapai kesuksesan.
3. Dengan orang-orang di dalam perusahaan yang lebih percaya diri
dalam berbicara, perusahaan Anda akan makin mendekati kesuksesan!
Batch 1: Peserta puas 100%:
http://speaking.indodigest.com/Feedback_Form-Batch-1.docBatch 2: Peserta puas 100%
http://speaking.indodigest.com/Feedback_Form-Batch-2.docTips #108: Komunikasi Kepemimpinan
Materi oleh:
Dr. John A. Kline
Profesor komunikasi pada University of New Mexico dan University of
Missouri Eksekutif Senior dan Provost Akademis pada kampus militer
Air University Pengajar "Concepts for Air Force Leadership"
Seperti yang dilakukan oleh orang lain, setiap tindakan, keputusan,
dan arahan yang diambil atau diberikan oleh seorang pemimpin, juga
dilakukan dengan berkomunikasi. Hanya saja, setiap pemimpin dituntut
untuk lebih efektif dan efisien dalam berkomunikasi, mengingat
krusialnya implikasi dari setiap tindakan, keputusan dan perilaku
seorang pemimpin.
Komunikasi kepemimpinan atau leadership communication, adalah sebuah
model komunikasi bagi para pemimpin, di mana bentuk komunikasi
disesuaikan dengan posisinya sebagai pemimpin. Ini berarti, ada
spesifikasi khusus dari elemen bahasa yang digunakannya.
Berikut ini adalah tips dari Dr. John A. Kline tentang bagaimana
meningkatkan efektifitas komunikasi seorang pemimpin.
MEMANCING UMPAN BALIK
Umpan balik adalah hal penting bagi seorang pemimpin. Dengan umpan
balik, seorang pemimpin akan mengambil keputusan dan menentukan
langkah selanjutnya. Jika Anda adalah pemimpin, tips berikut ini bisa
Anda terapkan untuk mendapatkan umpan balik yang efektif:
1. Katakan kepada bawahan, bahwa Anda menginginkan umpan balik.
Doronglah mereka untuk menyampaikan kabar baik maupun kabar buruk.
Pastikan bahwa Anda memberi semangat dan dorongan positif atas kabar
buruknya, dan bukan malah menghukum mereka.
2. Identifikasikan wilayah atau area, di mana Anda menginginkan umpan
balik. Komunikasikanlah minat Anda akan umpan balik, berkaitan dengan
isu atau wilayah tertentu yang bisa membantu organisasi mencapai
kondisi yang lebih baik.
3. Gunakan "kesunyian" untuk memancing umpan balik. Dengar dan
pancinglah umpan balik, dengan lebih banyak mendengar daripada
langsung memberi komentar terhadap isu yang diangkat oleh bawahan
Anda.
4. Perhatikanlah sinyal non verbal yang didemonstrasikan mereka.
5. Pertimbangkanlah untuk menjadwalkan sebuah 'meeting umpan balik'.
Ini lebih responsif dan terencana, bukan impulsif atau dadakan.
6. Gunakan pernyataan eksplisit untuk meminta umpan balik.
"Coba ceritakan lebih jauh."
"Itu menarik sekali."
Lontarkan pertanyaan yang tidak hanya dijawab 'ya' atau 'tidak'.
Gunakan pertanyaan 5W dan 1H.
MENDENGAR EFEKTIF
Berikut ini adalah tips untuk meningkatkan efektifitas 'pendengaran'
Anda.
1. Mendengar butuh persiapan, jadi bersiap-siaplah untuk mendengar.
Niatkan untuk mendengar. Persiapan untuk mendengar melibatkan mental
dan fisik. Singkirkan kertas, buku dan berbagai materi lain, saat
Anda akan mendengarkan bawahan Anda. Semua itu bisa mengganggu
'pendengaran' Anda. Beritahu sekretaris Anda untuk menahan telepon
yang masuk. Hindari berbagai interupsi yang tidak perlu. Bersiaplah
untuk mendengarkan kata pembuka dari bawahan Anda. Sisa dari
pernyataannya akan dibangun oleh kata pembuka yang diucapkan bawahan
Anda.
2. Dengarkan idenya, bukan hanya fakta-fakta yang disampaikan.
Berkonsentrasilah secara khusus, pada fakta-fakta yang sering membuat
Anda kehilangan ide utama. Berbagai fakta mungkin menarik bagi
bawahan Anda, akan tetapi alasan di belakang fakta itulah yang
seringkali membangun generalisasi di dalam pikiran mereka.
3. Tetaplah bersikap open-minded. Apa yang disampaikan atau cara
penyampaiannya bisa jadi membosankan Anda. Jika tidak berhati-hati,
Anda bisa terjerumus oleh sikap menghakimi, hanya mendengar sebagian
pesan, atau hanya mendengar apa yang ingin Anda dengar.
4. Pahami perbedaan kecepatan antara proses berbicara dan proses
mendengar. Kecepatan berpikir adalah sekian kali lipat lebih cepat
daripada berbicara. Artinya, Anda mendengarkan lebih cepat dari pada
bawahan Anda berbicara. Berhati-hatilah untuk tidak terjebak dalam
'menerawang' atau memikirkan hal lain pada saat mendengarkan bawahan
Anda.
5. Sesuai nasihat Edward De Bono, pakailah sepatu bawahan Anda.
Pahamilah sudut pandang mereka. Manfaatkan apa yang Anda ketahui
tentang pemahaman mereka dan tentang segala hal yang
melatarbelakanginya. Apa makna dari KOMBINASI kata-kata dan sinyal
non verbal mereka?
Tips ini juga berguna untuk meningkatkan efektifitas 'pendengaran'
Anda:
http://www.indodigest.com/indonesia-special-article-48.htmlMENGURANGI MISKOMUNIKASI
1. Kendala #1: Arti kata.
Pertama, kata yang sama bisa memiliki arti yang berbeda bagi orang
yang berbeda.
"Lima menit" bisa berarti "segera", atau bisa berarti "300 detik".
Pastikan hal ini.
Kedua, kata yang berbeda bisa memiliki arti yang sama bagi orang yang
berbeda. Ada banyak hal yang Anda ketahui, punya nama sama. Nama yang
digunakan tergantung pada siapa yang sedang berbicara. Anda bisa
menamai rumah dengan 'kandang', pesawat tempur dengan 'capung', kapal
induk dengan 'paus', boss pemarah dengan 'orang gila' dan sebagainya.
Untuk tidak terjebak, pahamilah sebuah fakta: Pengertian tidak
terletak pada kata-kata, pengertian adanya pada manusia. Anda sebagai
pemimpin, akan berkomunikasi dengan lebih efektif jika bisa
menghubungkan pesan dengan pembawanya.
2. Kendala #2: Salah interpretasi atas tindakan.
Kontak mata, gerak tubuh, dan ekspresi wajah adalah tindakan. Saat
seseorang berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan ketika sedang
meeting, atau perilaku mengetuk-ngetukkan pensil ke atas meja, bisa
disimpulkan sebagai sikap terburu-buru atau rasa bosan. Kesimpulan
ini bisa benar dan bisa salah. Jika seseorang terlihat terbata-bata,
Anda mungkin akan menyimpulkan bahwa dia gugup, padahal belum tentu.
3. Kendala #3: Salah interpretasi atas simbol non tindakan
Pakaian yang Anda kenakan, kendaraan yang Anda pakai, benda-benda di
ruang kantor Anda, semuanya mengkomunikasikan segala hal tentang
Anda. Begitu pula, sikap hormat Anda atas waktu dan tempat yang
diperlukan oleh orang lain, apa yang melekat padanya atau apa yang
dikenakannya, mempengaruhi cara Anda menginterpretasi berbagai pesan
mereka. Termasuk, pilihan waktu yang diambil oleh bawahan Anda.
Misalnya, jika bawahan Anda melaporkan urusan dinas langsung ke rumah
Anda setelah jam kerja, maka hal ini bisa mempengaruhi cara Anda
memahami pesan yang dibawanya.
4. Kendala #4: Salah interpretasi suara.
Kualitas dan variasi suara, mempengaruhi pemahaman Anda. Kualitas
suara mengacu pada impresi terhadap orang lain. Anda sebagai pemimpin
yang mendengar, sering terpengaruh oleh suara bawahan Anda. Apakah ia
sedang senang, sedih, takut atau percaya diri. Pemahaman dan
pengertian, tergantung pada artikulasi, pengucapan dan akurasi tata
bahasa. Variasi suara, adalah bumbunya bicara. Ini berpengaruh pada
kemampuan Anda dalam memahami pesan bawahan.
BERKOMUNIKASI DENGAN PERSONIL KUNCI
1. Tunjukkan ketertarikan dan perhatian Anda yang asli, dengan
ekspresi wajah, cara menegakkan kepala, dan gerak tubuh, yang
merefleksikan keterbukaan dan dorongan positif untuk mereka.
2. Posisikan diri mereka senyaman mungkin di hadapan Anda. Ini bisa
dilakukan jika Anda mendemonstrasikan posisi rileks dan menunjukkan
rasa persahabatan.
3. Bersikaplah alamiah, sebab kemurnian dan ketulusan adalah fondasi
untuk komunikasi yang efektif.
4. Jangan tunjukkan sikap superior secara berlebihan, atau berpura-
pura menjadi seseorang yang bukan Anda.
5. Kembangkanlah komunikasi dengan komentar yang spontan, daripada
merencanakan komentar dan argumen.
6. Hargai cara pandang mereka.
7. Capailah pemahaman tentang apa yang sebenarnya mereka maksudkan,
tidak usah terlalu mengandalkan pada apa yang keluar dari mulutnya.
8. Kurangi sikap defensif Anda.
9. Jangan mendominasi pembicaraan, sehingga membuatnya hanya terdiam
dan terpaku...
10. Dengarlah apa yang mereka katakan, dan tidak usah terlalu
merencanakan apa yang akan Anda katakan.
MENCAPAI KONSENSUS KELOMPOK
1. Klarifikasikan diskusi. Yakinkan bahwa aktivitas kelompok yang
bersangkutan bisa dimengerti, teratur dan berfokus pada SATU isu pada
SATU waktu.Doronglah setiap anggota kelompok agar tetap fokus,
menghindari diskusi sempalan, dan mengklarifikasi isu dengan berbagai
pertanyaan.
2. Gunakan 'pernyataan proses'. Pernyataan proses berkaitan dengan
apa yang sedang terjadi pada kelompok yang bersangkutan.
"Apa yang Anda katakan cukup masuk akal. Bagaimana dengan Anda yang
lain?"
"Sejauh ini, kita menyepakati dua poin yang pertama. Mari kita
bergerak ke poin ketiga."
"Anda sudah mendengar dari Tuan Midun?"
Pernyataan proses akan sangat membantu dalam mencapai solusi dan
kepuasan bersama.
3. Carilah perbedaan pandangan. Doronglah setiap anggota kelompok
untuk menyampaikan cara pandangnya, dan memberi informasi atau bukti
yang mendukung cara pandang itu. Ini penting untuk pembelajaran dan
pencapaian solusi. Partisipasi akan membuat mereka merasa 'didengar'
sehingga akan meningkatkan rasa puas mereka.
4. Tetaplah bersikap terbuka untuk menerima cara pandang yang
berbeda. Waspadai gejala "merasa terbuka, akan tetapi tidak mau
terpengaruh".
5. Gunakan kata ganti yang mewakili kelompok. Kami, kita, kita semua,
Anda dan saya, tim, kelompok, perusahaan kita, organisasi ini, dan
sebagainya.
KESIMPULAN
Pemimpin yang efektif memahami pentingnya komunikasi yang baik.
Masalah dalam komunikasi dapat menyebabkan bottleneck di dalam
organisasi. Jika lain kali, Anda sebagai pemimpin diuji dengan
keinginan untuk menghukum dan menyalahkan bawahan, berhentilah, dan
cek kembali 'botol' Anda.
Yakinkan bahwa Anda mengecek lehernya, bukan pantatnya.
Sumber : millis Bicara : bicara@yahoogroups.com